![]() |
| Bursa Efek Indonesia |
Apa kabar kawan? Semoga baik-baik saja ya di tahun yang baru ini. Kali ini saya akan bahas benda apa sih IHSG, LQ 45, KOMPAS 100, dan BISNIS 27 itu secara singkat. Itu lho, benda yang biasa kita lihat di layar kaca ketika di pagi hari sekitar jam 9 - 10an. Oke, langsung saja ya..
- IHSG
IHSG yang merupakan akronim dari Indeks Harga Saham Gabungan adalah salah satu indeks yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam dunia internasional biasa disebut dengan IDX Composite. IHSG menggambarkan pergerakan seluruh harga saham yang tercatat di BEI. Jadi mudahnya, jika ketika saat penutupan bursa IHSG berwarna hijau itu mengindikasikan bahwa mayoritas saham yang ada di bursa pada saat itu harganya meningkat dibandingkan hari kemarin. Sebaliknya, jika IHSG berwarna merah maka itu mengindikasikan harganya mengalami penurunan dibandingkan dengan hari kemarin.
Indeks ini pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983. Nilai IHSG pada saat tulisan ini dibuat (10/01/2018, 10:57) berada pada 6,376.217.
- LQ 45
Sebagaimana terlihat pada namanya, LQ menggambarkan LiQuiditas. Sehingga LQ 45 dapat juga dikatakan merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham emiten yang dianggap paling liquid dibandingkan dengan saham-saham yang tercatat di BEI. Namun tak hanya melihat faktor likuiditas, LQ 45 juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Indeks ini akan dilakukan update selama 6 bulan sekali oleh BEI, Februari - Juli dan Agustus - Januari.
Berikut ini merupakan kriteria penilaian saham-saham yang layak masuk ke dalam indeks yang pertama kali diperkenalkan pada Februari 1997 itu:
- Saham telah tercatat di BEI minimal selama 3 bulan;
- Aktivitas transaksi saham tersebut di pasar regular, melihat nilai, volume dan frekuensi transaksinya;
- Jumlah hari perdagangan saham tersebut di pasar reguler;
- Kapitalisasi pasar atas saham tersebut dalam suatu periode waktu; dan
- Keadaan fundamental emiten, seperti kondisi laporan keuangan dan prospeknya di masa yang akan datang
Indeks ini dapat membantu investor untuk menentukan portofolio investasi sahamnya, terutama untuk menghindari nyangkut atau saham yang telah dibeli susah untuk dijual kembali. Daftar saham-saham yang termasuk dalam indeks ini dapat dilihat disini >>> Website Resmi IDX
- KOMPAS 100
Indeks yang satu ini merupakan bentuk kerjasama antara BEI dengan Kompas. Yap, koran Kompas. Jika LQ 45 hanya memuat 45 saham saja, maka KOMPAS 100 ini memuat 100 saham. Untuk dapat dimasukkan dalam indeks Kompas100 ini selain saham-saham tersebut memiliki likuiditas yang tinggi, juga melihat dari nilai kapitalisasi pasar yang besar, serta merupakan saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja yang baik. Indeks ini juga dilakukan update selama 6 bulan sekali, Februari - Juli dan Agustus - Januari.
Sama seperti LQ 45, indeks ini dapat membantu investor dalam menentukan portofolio sahamnya. Jumlah yang lebih banyak membuat indeks ini menawarkan pilihan saham yang lebih beragam. Pergerakan indeks ini dapat dilihat disini >>> Website Resmi IDX
- BISNIS 27
Sejenis dengan KOMPAS 100, indeks ini merupakan kerjasama antara BEI dengan koran Bisnis Indonesia. Sesuai namanya, saham yang termasuk kedalam indeks ini berjumlah 27 saja. Dengan jumlah saham yang jauh lebih sedikit dibandingkan indeks-indeks lainnya, sehingga dapat dikatakan bahwa saham-saham yang masuk kedalam indeks ini merupakan saham-saham unggulan atau blue chip. Bisnis Indonesia sebagai pihak yang independen memilih saham dengan memperhitungkan kinerja emiten pada faktor fundamental, teknikal (historikal data transaksi) dan akuntabilitasnya.
Indeks yang baru diluncurkan pada tanggal 27 Januari 2009 ini memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Fundamental
Faktor Fundamental yang menjadi pertimbangan adalah profitabilitas, rasio-rasio keuangan seperti ROA (Return on Assets), ROE (Return on Equity), dan DER (Debt to Equity Ratio). Khusus pada sektor perbankan, BISNIS 27 juga mempertimbangkan LDR (Long Distance Relationship Loan to Deposit Ratio) dan CAR (Capital Adequacy Ratio)
2. Teknikal
Faktor Teknikal yang dilihat pada BISNIS 27 adalah nilai, volume dan frekuensi transaksi dari saham tersebut. Serta jumlah hari transaksi dan kapitalisasi pasarnya.
3. Akuntabilitas
Untuk melihat faktor yang satu ini maka dibentuk sebuah komite indeks yang terdiri dari kalangan profesional di bidang perdagangan saham maupun para akademisi. Mereka bertugas untuk memberikan opini dari sisi akuntabilitas, tata kelola perusahaan (good governance) dan kinerja saham.
Sama seperti indeks lainnya, review dan update indeks ini juga dilakukan selama 6 bulan sekali, namun pada bulan yang berbeda yakni pada bulan Mei dan November.
Gimana? Sekarang sudah paham kan bedanya dari masing-masing indeks ini. Mudah-mudahan kamu gak bakalan bingung lagi kalo melihat mbak-mbak di TV sedang ngomongin indeks ya. Apalagi kalau ternyata informasi ini bisa menambah wawasan dan membantu kamu yang baru mau mulai berinvestasi di bursa.
Silahkan tulis di kolom komentar jika ada yang mau ditanyakan, mungkin akan dibahas di tulisan saya selanjutnya. Japri via media sosial saya juga dipersilahkan. Sekian ya, Bubay!
