![]() |
| Astra International |
Tidak bisa dipungkiri, menjadi pengusaha sukses dengan kerajaan bisnis yang luar biasa besar adalah salah satu mimpi sebagian besar Mahasiswa jaman now. Termasuk saya. Walaupun saya lebih suka menggunakan kata target dibandingkan mimpi yang cenderung semu. Namun, banyak dari kita yang ketika membuka bisnis yang grasa-grusu, gradak-gruduk, tanpa tujuan dan tanpa ilmu yang cukup. Sama, ini juga saya termasuk. Hehe.. ☺
Maka dari itu, belajar dari bisnis-bisnis yang sudah established alias lama berdiri dan sukses menjadi penting bagi kita. Kali ini mari kita belajar dari Astra, perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1957. Penulis sudah merangkum 6 poin keunggulan Astra dalam meramu formula bisnisnya. Langsung saja kita mulai dari yang pertama..
1. Kuasai hulu hingga ke hilirnya
Astra terkenal menjadi raja di industri otomotif di Indonesia, merek-merek besar dunia seperti Toyota hingga BMW merupakan barang dagangannya. Namun, tahukah kamu? Bahwa ternyata Astra tidak hanya berjualan mobil namun juga produk-produk pendukungnya. Selain membuat pabrik pembuatan mobil, mereka juga membuat jaringan dealership yang salah satunya sudah sering kita dengar yaitu Auto2000. Tidak cukup hanya memproduksi dan menjual produk mobilnya saja, Astra juga mendirikan anak perusahaan yaitu PT Astra Otoparts Tbk yang membuat onderdil kendaraan yang mereka jual tersebut. Tidak cukup sampai sana, mereka juga mendirikan perusahaan pembiayaan yang melayani pelanggan untuk membeli kendaraannya secara kredit. Astra sepertinya tahu betul tipikal konsumen Indonesia #eh. Dan, hampir aja kelupaan. Astra juga mengakomodir pembelian kendaraan-kendaraan bekas tersebut di Mobil88. Sehingga, uangnya akan muter-muter aja disana.
Ini bisa banget buat dipraktekkan di bisnis kamu kelak. Contohnya, kalau kamu berjualan nasi uduk dan hendak melakukan ekspansi bisnis, akan lebih baik jika kamu juga membuka toko beras. Begitu. Oke, next..
2. Sediakan banyak pilihan
Masih melihat Astra pada sektor industri otomotif, karena ini sektor bisnis mereka yang paling mudah dilihat oleh kita. Mereka menguasai segala lini merk mobil, dari merek Jepang hingga Eropa, sebut saja Daihatsu, Toyota, Isuzu, hingga BMW dan Peugeot. Masing-masing merek tersebut memiliki segmentasi pasarnya tersendiri. Bahkan, Astra berani untuk membuat produk-produk kembar seperti Daihatsu Xenia - Toyota Avanza dan Daihatsu Terios - Toyota Rush, dengan pemberian harga merek Toyota yang lebih mahal dibandingkan merek Daihatsu meskipun produk yang dijual sebenarnya sama saja. Karena mereka menyadari target konsumen Toyota akan berani membayar lebih. Namun, apapun preference konsumen, Astra tetap akan memperoleh pundi-pundi uang.
Ini juga bisa kita tiru dalam bisnis nasi uduk, jadi jangan cuma nyediain semur jengkol saja karena kalo kebetulan konsumen yang mampir ternyata gak suka jengkol, mereka bisa lari ke warung nasi uduk sebelah lho! Coba deh sediain juga pilihan opor ayam, semur tahu, telur rebus balado, telur rebus semur, telur dadar, bakwan, tempe goreng, tempe orek dan yang lainnya. Duh, kok malah jadi laper gini ya..
3. Niat jualan
Mungkin karena pengalaman bisnisnya yang sudah cukup lama, Astra paham betul bagaimana cara mereka memasarkan produknya. Ibarat pelaut yang sudah terbiasa menghadapi ombak dan badai laut yang besar. Tidak hanya fokus pada penjualan, mereka juga sangat peduli dengan pelayanan purna jual. Jaringan bengkel yang tersebar di pelosok negeri membuat produk-produk Astra masih menguasai pangsa pasar di Indonesia. Tidak hanya di sektor otomotif, di sektor lainnya pun sama. Ambil contoh pada sektor percetakan yakni PT. Astra Graphia Tbk juga mereka salah satu perusahaan yang memberikan pelayanan purna jual yang baik. Coba deh tanya teman atau seniormu yang sudah bekerja, kemungkinan besar mesin fotokopi di kantornya pasti milik Astra Graphia.
Ini masih bisa kita adaptasi di jualan nasi uduk kok. Contohnya begini, ketika melayani pembeli jangan lupa 3S yakni senyum, sapa, dan salam. Dan yang paling penting, kita juga harus sigap melayani keinginan konsumen. Peka! Coba deh tawarkan juga es teh manis ketika mereka meminta porsi sambal yang cukup banyak.
4. Lebarkan sayap ke sektor lain
Ini berbeda dengan poin pertama, meskipun memang sama-sama merambah bisnis ke sektor yang lain. Selain yang sudah disebutkan diatas, Astra juga berkutat pada sektor alat berat, pertambangan, kelapa sawit, infrastruktur, logistik, jalan tol, pelabuhan, hingga properti. Terdapat satu benang merah dari sektor-sektor bisnis tersebut, yakni sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Jika warung nasi uduk kamu sudah tersebar seantero negeri, begitu juga dengan toko beras kamu, baru deh kamu bisa mikirin untuk mengikuti langkah yang satu ini. Karena melebarkan sayap dan terbang ke tempat yang baru memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Oke, selanjutnya..
5. Awasi tindak-tanduk kompetitor
Mengawasi bukan berarti memasang CCTV tersembunyi di kantor kompetitor, tentu saja karena itu adalah hil yang mustahal atau setidaknya sangat sulit untuk dilakukan. Astra merupakan perusahaan yang menurut saya awas atau peduli terhadap setiap langkah yang diambil oleh kompetitornya. Hal ini penting, karena bersikap jumawa ketika berada di puncak hanya akan mengakibatkan perusahaan jatuh ketika terkena angin kencang seperti Nokia dan Blackberry. Contoh terkini dapat dilihat dari pergerakan mereka di sektor otomotif, peluncuran Mitsubishi Expander yang begitu bombastis dengan cepat diredam oleh Astra dengan meluncurkan Daihatsu Terios dan Toyota Rush. Mereka melihat apa yang dilakukan oleh kompetitor dan memberikan lebih dari yang kompetitor mereka berikan, seperti kejelasan waktu delivery kendaraan dan fitur yang lebih komplit.
Sebagai pedagang nasi uduk, tak ada salahnya kita melihat warung sebelah milik Mpok Minah. Sehingga ketika Mpok Minah mengadopsi hal-hal kekinian pada nasi uduknya, kita dapat mengantisipasi hal tersebut. Asal tetap fair play ya!
6. Beramal dan berbagi kepada sesama
Poin ini memang sengaja dituliskan di bagian terakhir, karena poin ini merupakan salah satu yang paling krusial. Beramal dan berbagi kepada sesama merupakan bentuk syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, apapun agama kita. Selain CSR pada umumnya, Astra juga memiliki sebuah yayasan yaitu Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), sebuah yayasan yang bertugas membina UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Salah satu programnya yaitu pengembangan UMKM Mandiri telah menelurkan Himpunan Bengkel Binaan Astra. Jadi, meskipun Astra memiliki jaringan bengkel resmi tersendiri untuk kendaraan-kendaraannya namun mereka tetap melakukan pembinaan bagi teman-teman UMKM yang hendak memulai bisnis bengkel. Rejeki emang gak kemana kok.
Gak usah yang muluk-muluk, pedagang nasi uduk juga bisa beramal dan berbagi. Misalkan saja memberikan sebungkus nasi uduk kepada orang yang sekiranya membutuhkan atau beramal di surau/langgar/mushola/masjid terdekat jika kamu beragama Islam.
Wah, ternyata ada banyak juga ya yang bisa kita pelajari dari bisnis Astra yang sudah berjalan lebih dari 60 tahun ini. Tulisan ini merupakan tulisan asli penulis dengan berbagai rujukan, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semua. Jika ada yang kurang menurutmu silahkan tambahkan di kolom komentar dibawah atau silahkan japri saya di semua media sosial yang ada. Sekian dan terima kasih. Babay!
*Penggunaan contoh berdagang nasi uduk semata-mata karena ketika menulis ini saya sedang lapar dan kepikiran tukang nasi uduk di Kukel (Kukusan) yang pernah menambahkan lauk di piring ketika penulis sedang bokek, terima kasih banyak Bu.
