![]() |
| Demonstrasi Mahasiswa 1998 |
Hai kawan,
Kudengar di media sosial akan ada aksi besar-besaran? Saking besarnya, kamu dengan pede-nya mengatakan ini akan jadi reformasi jilid 2. Alasannya kubaca karena naiknya harga BBM, Cabai, Tarif Dasar Listrik, dan STNK/BPKB. Ah, jangan bercanda kawan!
Apa? Kamu benar-benar serius dengan aksimu nih? Sudah kamu pikir benar-benar belum kawan, atau hanya sekedar ikut-ikutan? Begini kawan, predikat yang disematkan padamu itu tidak main-main, kamu itu MAHAsiswa. Benar, MAHAsiswa itu tidak boleh manut-manut saja begitu dengan Pemerintah, aku setuju dengan yang satu ini, TIDAK BOLEH itu kawan! Tapi begini kawan, kalau alasan kamu hendak aksi untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi karena hal rendahan semacam itu, kamu sungguh lucu kawan. Jauh lebih lucu dibanding TTS-nya Cak Lontong, kawan.
Biar aku konfirmasi dulu padamu kawan, sudah tau kan berapa kenaikan harga BBM, cabai, listrik dan STNK/BPKB beserta alasannya? Aku bertanya soal fakta ya kawan, bukan info hoax yang kamu dapat dari portal piyungan atau payungan itu, bukan!
Baiklah, aku beritahu saja ya kawan..
Harga BBM naik untuk golongan Pertalite keatas yang naik, Premium dan Solar tetap, lagian di jaman Jokowi ini BBM sudah ngikutin harga pasar, kamu nikmatin diam-diam juga kan ketika harga bensin itu turun?
Untuk cabai naik sekitar Rp. 20.000/kilo itu disebabkan karena tahun 2016 hujan melulu kawan, petani kita jadi gagal panen, kamu tak perlu kujelaskan lagi soal hukum supply-demand kan?
Kalau soal TDL naik, kenapa naik? Soalnya Pemerintah mau subsidi tepat sasaran untuk yang golongan 900 dan 450 VA kawan, bukannya kamu selalu menuntut pemerintah memperhatikan rakyat kecil? Ini sedang Jokowi coba lakukan kawan!
Kemudian soal BPKB/STNK, ini naik hanya untuk yang pengurusan kendaraan baru dan LIMA TAHUNAN saja, sengaja kutulis besar-besar agar kamu tidak bisa pura-pura gak lihat karena kulihat kamu ngotot sekali bilang bahwa pajak-nya yang naik, itu salah besar kawan! Alasan naik? Karena bahan-bahan pembuatnya juga sudah pada naik, masuk akal, nasi uduk di depan gang juga harganya sudah beda dari lima tahun lalu, biar kuberitau karena barangkali kamu belum tau, itu namanya inflasi.
Lagian, asal kamu tau saja Negara ini sudah pengalaman berkali-kali menggulingkan Presiden kawan, tau gak apa hasilnya? Makin berantakan! Dan asal tau saja kawan, pendahulu kita yang berteriak-teriak menuntut reformasi dulu itu sekarang sudah diatas kawan, buncit-buncit! Apa kamu sedang mengikuti jejaknya kawan? Berteriak-teriak, menjerit, kamu bawa-bawa nama rakyat tapi jauh dalam hatimu sedang bayangkan rasanya kursi empuk diatas sana kawan? Atau maaf-maaf saja nih kawan, kamu sebenarnya hanya diperalat mereka yang haus kekuasaan? Dibayar hanya dengan nasi kotak dan kebanggaan semu?
Begini kawan, aku tidak cinta mati pada Jokowi, buat apa? Tidak ada untungnya buatku. Setauku pun Jokowi juga tidak anti kritik, tapi kritik ya mbok dewasa sikit lah, kalau kawan hanya protes dengan teriak dan menangis, apa bedanya kamu dengan ponakanku yang merengek ketika ingin mekdi? FYI, Ponakanku umurnya 5 tahun. Masa MAHAsiswa sama dengan anak TEKA?
Maksudku gini kawan, kalau kamu mau kritik soal harga cabai misalkan, kan lebih bagus tuh kalo kita kumpulkan teman-teman pertanian, dari IPB misalnya, kita tanya pendapat dari mereka bagaimana supaya tidak gagal panen saat musim hujan, diskusi begitu. Hasil diskusinya kita sampaikan ke Jokowi. Kalau begini lebih solutif kan? Katanya kan kita itu agent of change lho.
Apa, kamu bilang sulit menyampaikan saran pada Jokowi? Masa sih? Kan sekarang jamannya media sosial, kamu todong saja itu medsosnya Kaesang atau cateringnya Gibran, biar mereka yang sampaikan pada Bapaknya. Lagian alasanmu yang ini terlalu mengada-ada ah.
Sudahlah kawan, kayaknya kepanjangan ya, belum tentu juga kan tulisan ini kamu baca semuanya? Begini saja pesan singkatku kawan, kalau kamu memang tidak suka Presidennya Jokowi, karena mungkin tidak gagah dan tidak tampan, 2019 nanti jangan kamu pilih dia, pilih saja yang paling sreg dengan kriteriamu itu. Hasilnya nanti kita sama-sama terima dengan lapang dada. Untuk sekarang Presiden sah-nya itu Jokowi sampai 2019, hormatilah itu.
Salam Hangat,
Kawanmu.
Share tulisan ini agar lebih banyak yang membaca!
