![]() |
| Melawan Paham Radikalisme ISIS |
Kejadian teror terhadap institusi Kepolisian akhir-akhir ini semakin menguatkan dugaan-dugaan bahwa mereka benar-benar eksis di sini. Entah itu dengan komando, maupun lone wolf sebagaimana yang dikatakan oleh Pak Tito Karnavian. Tapi ancaman mereka sungguh nyata, mungkin lebih nyata dibandingkan isu PKI yang sempat beredar.
Namun, melulu bahas radikalisme tanpa sebuah tindakan pencegahan atau perlawanan hanyalah sebuah perbuatan sia-sia belaka. Wasting time.
Pendekatan Agama dengan benar dapat menjadi solusi atas penyebaran paham - paham radikalisme. Sehingga memilih Institusi serta Guru Agama yang tepat untuk belajar serta hijrah pun menjadi hal yang utama. Bagi yang beragama Islam, beruntung memiliki Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang kiprahnya selama ini selalu sejalan dengan NKRI. Sehingga memilih belajar langsung kepada kiai-kiai mereka memperkecil kemungkinan paham radikalisme meracuni kepala kita. Ini termasuk dalam memilihkan sekolah anak.
Dan sebisa mungkin menghindari guru-guru yang mudah menyesatkan kepercayaan kelompok lain, apalagi jika ternyata sanad keilmuan agamanya tidak jelas darimana. Terlebih hanya belajar melalui internet saja. Ini untuk menghindari kesalahpahaman soal jihad seperti yang dialami oleh wanita-wanita yang mengaku sebagai korban ISIS.
Lagian, bukannya lebih enak belajar kepada seseorang itu dengan tatap muka? :)
"Terorisme muncul karena orang tidak paham agama."
-KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
