Melawan Paham Radikalisme

Melawan Paham Radikalisme ISIS
Kita sama-sama lihat di berita bahwa ekstremis mulai mengancam kembali. Setelah terjepit di Timur Tengah, kini mereka mencoba merambah daerah-daerah baru seperti di Marawi, Filipina. Menurut informasi, mereka memang memiliki sel tidur disana. Pertanyaannya, bagaimana dengan Indonesia? Mengingat lokasi yang tak jauh antara Filipina dengan Indonesia.

Kejadian teror terhadap institusi Kepolisian akhir-akhir ini semakin menguatkan dugaan-dugaan bahwa mereka benar-benar eksis di sini. Entah itu dengan komando, maupun lone wolf sebagaimana yang dikatakan oleh Pak Tito Karnavian. Tapi ancaman mereka sungguh nyata, mungkin lebih nyata dibandingkan isu PKI yang sempat beredar.

Namun, melulu bahas radikalisme tanpa sebuah tindakan pencegahan atau perlawanan hanyalah sebuah perbuatan sia-sia belaka. Wasting time. 

Pendekatan Agama dengan benar dapat menjadi solusi atas penyebaran paham - paham radikalisme. Sehingga memilih Institusi serta Guru Agama yang tepat untuk belajar serta hijrah pun menjadi hal yang utama. Bagi yang beragama Islam, beruntung memiliki Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang kiprahnya selama ini selalu sejalan dengan NKRI. Sehingga memilih belajar langsung kepada kiai-kiai mereka memperkecil kemungkinan paham radikalisme meracuni kepala kita. Ini termasuk dalam memilihkan sekolah anak.

Dan sebisa mungkin menghindari guru-guru yang mudah menyesatkan kepercayaan kelompok lain, apalagi jika ternyata sanad keilmuan agamanya tidak jelas darimana. Terlebih hanya belajar melalui internet saja. Ini untuk menghindari kesalahpahaman soal jihad seperti yang dialami oleh wanita-wanita yang mengaku sebagai korban ISIS

Lagian, bukannya lebih enak belajar kepada seseorang itu dengan tatap muka? :)

"Terorisme muncul karena orang tidak paham agama."
-KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Share on Google Plus

About Yudha Basuki

Penulis yang merupakan alumni Administrasi Perpajakan dan Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia ini mendambakan Indonesia mampu menjadi Negara yang tidak hanya besar secara makro namun juga mampu mengakomodir keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Bersedia diajak berdiskusi via email yubas@alumni.ui.ac.id