![]() |
| Bitcoin |
Memangnya apa sih Bitcoin itu?
Mengutip dari situs resminya, Bitcoin.com:
Bitcoin is different than any currency you’ve used before, so it's very important to understand some key points.
Bitcoin dikatakan tidak sama dengan uang yang biasa kita kenal selama ini yang dikeluarkan oleh Bank Sentral, jumlahnya pun diklaim terbatas hanya 21 juta keping saja. Untuk memperoleh Bitcoin selain membelinya seharga yang ada di pasaran, hari ini 64,7 juta/keping, Bitcoin juga dapat ditambang sendiri. Mirip-mirip dengan emas, mirip tapi gak sama. Sebenarnya dengan jumlahnya yang diklaim terbatas, maka wajar jika dikatakan harga tidak akan turun terlebih ketika peminatnya membludak. Supply-Demand.
Tapi menurutku pribadi, ada 3 (tiga) risiko yang siap mengintai kamu yang baru kepengen mainan Bitcoin. Ini dia risiko-risiko yang harus kamu tahu:
1. Biaya Mahal Yang Dikeluarkan Untuk Sekeping Bitcoin
Ada dua cara untuk memperoleh Bitcoin, membelinya dengan uang kita di rekening bank dan menambangnya sendiri via komputer. Apabila ingin langsung membeli, biaya yang dikeluarkan sebagaimana disebutkan diatas, 64,7 juta/keping. Kemahalan? Kalau kamu ingin menambang sendiri maka komputer yang kamu gunakan pun spesifikasinya harus yang maksimum, terlebih untuk menambangnya komputer disarankan menyala 24 jam non-stop terus menerus. Tidak diragukan lagi, biaya listriknya pasti akan besar, belum lagi masa manfaat komputer yang menjadi singkat karena dipakai terus menerus. Namun, biaya yang paling penting adalah kesehatan. Bisa jadi ini akan mengurangi waktu istirahat kamu. Jangan lupa, work-life balance itu penting sekali!
2. Sama Sekali Tidak Sama Dengan Emas
Meskipun sama-sama "ditambang", namun antara Bitcoin dengan Emas sama sekali tidak bisa disamakan. Emas sebagai Logam Mulia telah diakui sebagai uang riil. Emas meskipun jumlahnya di dalam bumi tidak dapat dipastikan, emas tetaplah barang yang terbatas, dan ia benar-benar terbukti berharga. Sebelum ada uang kertas, bahkan pada sejarahnya dahulu uang kertas diterbitkan dengan jaminan emas. Bahkan jika nanti uang kertas menjadi tidak ada nilainya, amit-amit, penulis mempercayai emas akan kembali menjadi standar nilai yang manusia gunakan.
Bitcoin? Tidak hanya bentuknya yang digital. Tidak adanya regulator sebagaimana Rupiah yang diatur Bank Indonesia, tentu saja berbahaya. Siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas naik turunnya nilai mata uang tersebut? Apakah benar-benar mekanisme pasar murni? Atau jangan-jangan nanti ada bitcoin palsu? Sekali lagi bitcoin adalah uang digital, bentuknya virtual.
3. Yakin Harganya Bakal Naik Terus?
Di 2012, harga per keping Bitcoin hanya Rp. 120.000. Bayangan kamu pasti yang punya Bitcoin ketika itu sudah untung 53.917% sekarang, untung yang besar banget memang. Tapi, kamu yakin harganya bakalan naik terus? Ini mirip-mirip dengan salah kaprah bahwa investasi properti yang katanya sih harganya gak akan bisa turun. Tapi kenyataannya? Fenomena housing bubble sudah terjadi tuh di Amerika Serikat pada tahun 2006. Padahal jumlah tanah juga terbatas kan?
Kenapa bisa begitu? Seperti yang sekarang terjadi di kota-kota besar Indonesia. Kenaikan harga properti yang makin tidak masuk akal itu tidak dibarengi dengan kemampuan masyarakat untuk membelinya. Kamu bisa saja beli rumah seharga Rp. 500 Juta pada dua tahun lalu dengan harga Rp. 1 Milyar hari ini, dengan proses mencicil total uang yang kamu keluarkan anggaplah menjadi Rp. 2 Milyar ditambah biaya bunga dan lain-lain, kemudian 5 tahun kemudian kamu mengharapkan harganya naik menjadi Rp. 5 Milyar atau bahkan 10 Milyar? Kalau saya sih ragu akan terjual dengan harga segitu. Siapa yang mampu dan mau membeli dengan harga setinggi itu? Ketidakpastiannya tinggi sekali.
Berbeda dengan rumah yang meskipun nyangkut, tidak bisa dijual di harga yang sesuai harapan, namun masih bisa dinikmati bersama-sama keluarga sebagai tempat berteduh yang nyaman. Bagaimana dengan Bitcoin nantinya? Dipakai untuk beli Gado-Gado Ibu Kantin saja belum tentu diterima. Beda ceritanya jika kamu membeli pada tahun 2012 silam, kamu sudah pasti untung besar jika menjualnya hari ini.
___
Mungkin tulisan ini akan menjadi pro-kontra, terlebih bagi para pemain Bitcoin. Penulis mungkin dalam menuliskan opini pribadinya agak sedikit kolot dan kuno, namun penulis mencoba serasional mungkin dalam menulis, tanpa ada niatan untuk tendensius apalagi menjatuhkan siapapun. Bagi yang baru ingin atau sedang terjun di dunia Bitcoin, keputusan tetaplah berada di tangan kamu sendiri karena risikonya kamu sendiri yang menanggung, begitu pula dengan untungnya.
Terima masukan dari siapapun tapi percayalah pada dirimu sendiri, karena apapun langkah yang kita ambil pasti akan ada yang meragukannya. Semangat :)
Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Bubay!
