Saham Ambruk Pasca Kasus Debora, Haruskah RS Mitra Keluarga (MIKA) Rombak Manajemen?

RS Mitra Keluarga
Meninggalnya bayi bernama Debora menjadi ramai diperbincangkan akhir-akhir ini, dan kisah tragis itu tak bisa dipisahkan dengan sentimen negatif masyarakat kepada RS Mitra Keluarga yang dianggap menjadi penyebab kejadian tersebut. Terbukti hingga akhir sesi 1 hari Senin 11/09/2017, harga saham MIKA (PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk) merosot 4,26%, dari 2080 ke 2020. 

Sebagai saham yang masuk ke dalam indeks KOMPAS-100 dan BISNIS-27, musibah yang terjadi ini memberikan pukulan telak bagi Manajemen MIKA. Meskipun kejadian ini hanya terjadi di salah satu cabangnya di Kalideres, namun tetap saja berdampak kepada perusahaan secara keseluruhan. Sehingga, perusahaan harus bertindak cepat untuk mengubah stigma negatif yang sekarang sedang berkembang di masyarakat.

Tindakan yang dapat diambil perusahaan yakni dapat merubah kebijakan perusahaan dalam menangani pasien kritis dengan segera atau keputusan ekstremnya yakni merombak manajemen yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Sebelum para pemegang saham menghukum MIKA lebih jauh, dan harga saham perusahaan ambruk lebih dalam lagi. 

Yang perlu menjadi perhatian utama perusahaan sebelum mengambil tindakan adalah mereka-mereka yang menjadi bagian dari Rumah Sakit harus menyadari betul bisnis apa yang sedang mereka jalankan. Meskipun profit menjadi tujuan utamanya, bisnis Rumah Sakit tetaplah soal kemanusiaan. Apabila perusahaan berkomitmen penuh memanusiakan manusia dalam operasi bisnisnya, maka stigma negatif perlahan tapi pasti akan hilang dengan sendirinya.

Semoga kejadian ini tidak kembali terulang, Amin.
Share on Google Plus

About Yudha Basuki

Penulis yang merupakan alumni Administrasi Perpajakan dan Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia ini mendambakan Indonesia mampu menjadi Negara yang tidak hanya besar secara makro namun juga mampu mengakomodir keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Bersedia diajak berdiskusi via email yubas@alumni.ui.ac.id