![]() |
| CFA vs MBA (Gambar: 300hours.com) |
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, Merdeka!
Anak muda memang selalu identik dengan semangat membara untuk menggali potensi-potensi di dalam dirinya, termasuk saya dan kamu. Iya, kamu~ Bayangkan saya mengucapkannya dengan gaya komika Dodit Mulyanto. Hahaha.
Maka tulisan ini saya dedikasikan untuk kalian para pemuda Indonesia yang ingin berkarir secara serius di bidang keuangan. Sepertinya ini merupakan artikel pertama dalam Bahasa Indonesia yang membahas perbandingan antara CFA dan MBA, kalau ternyata sudah ada yang duluan ya gapapa juga sih, tapi mudah-mudahan tulisan ini bisa lebih jelas karena bersumber langsung dari para pemilik gelar MBA dan CFA itu sendiri. Oke, langsung saja ya...
Maka tulisan ini saya dedikasikan untuk kalian para pemuda Indonesia yang ingin berkarir secara serius di bidang keuangan. Sepertinya ini merupakan artikel pertama dalam Bahasa Indonesia yang membahas perbandingan antara CFA dan MBA, kalau ternyata sudah ada yang duluan ya gapapa juga sih, tapi mudah-mudahan tulisan ini bisa lebih jelas karena bersumber langsung dari para pemilik gelar MBA dan CFA itu sendiri. Oke, langsung saja ya...
CFA vs MBA
Teman-teman Fakultas Ekonomi Bisnis pasti sudah sangat familiar dengan kedua gelar prestisius ini, gak cuma familiar bahkan banyak yang menargetkan sebagai tujuan berikutnya setelah mengantongi gelar S.E. Tapi kamu tahu gak sih? Ternyata kedua gelar ini bisa diperoleh sama kamu yang bahkan tidak memiliki background Ekonomi, Akuntansi atau Keuangan. Sarjana Sosial, Teknik, Kedokteran, bahkan Pendidikan pun bisa-bisa saja memperoleh gelar ini. Biasanya mereka para pejuang CFA dan MBA yang berasal dari non-ekonomi memang mereka yang ingin banting setir profesinya. Lalu apa sih beda diantara keduanya?
Cakupan Keilmuan, Dilihat dari namanya saja sebenarnya sudah dapat ditebak. MBA dengan kepanjangan Master of Business Administration maka program satu ini memiliki cakupan keilmuan yang lebih general dalam bidang bisnis atau biasa disebut sebagai General Management. Sedangkan CFA memiliki kepanjangan Chartered Financial Analyst, merupakan sebuah program khusus bagi kalian yang hendak serius terjun dalam bidang keuangan dan investasi. Untuk memperoleh gelar CFA kita akan diuji pengetahuannya seputar Ethical and Profesional Standards, Quantitative Methods, Economics, Financial Reporting and Analysis, Corporate Finance, Equity Investments, Fixed Income, Derivatives, Alternative Investments, dan Portfolio Management and Wealth Planning. Sebelum diprotes oleh para pembaca nih, iya sih ada juga MBA dengan fokus keuangan yang biasa disebut MBA in Finance. Bedanya apa dong CFA dan MBA in Finance? Baca terus ya..
Proses Studi, iya kedua program ini memiliki cara dan proses belajar yang sangat jauh berbeda. Jika MBA sebagai sebuah program Master maka proses belajarnya dilaksanakan sebagaimana perkuliahan pada umumnya, ditambah dengan project-project bisnis yang harus kita kerjakan sedangkan CFA merupakan sebuah program self-studies yang mana ketika kita mendaftar program maka kita akan dikirimkan materi untuk dipelajari sendiri selama minimal 300 jam baru kemudian diijinkan untuk mengikuti tes CFA tersebut.
Masa Studi, sebagai sebuah program Master maka masa studi MBA tergantung pada universitas penyelenggaranya. Umumnya business school di Amerika mensyaratkan masa studi 2 tahun sementara di Inggris hanya selama 1 tahun, tapi banyak juga yang menyelenggarakan program MBA selama 18 bulan atau 1.5 tahun. Sila dicek saja situs universitas idamanmu ya. Sedangkan untuk CFA sendiri tidak memiliki acuan masa studi yang baku, CFA dibagi menjadi tiga tingkatan. Apabila lulus pada Level 1 maka kita diijinkan untuk mengikuti ujian Level 2, dengan syarat yang sama yakni belajar minimal 300 jam dan jika tidak lulus maka kita harus mengikuti ujian ulang hingga lulus. Begitu terus hingga CFA Level 3, sehingga masa studi CFA bisa jadi lebih cepat atau bahkan lebih lambat. Semua tergantung padamu, niat dan kesungguhanmu~
Biaya Studi, hal yang paling krusial nih. Mahalan mana? Sebuah pertanyaan yang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Untuk MBA, tarifnya tentu bervariasi tergantung pada universitas penyelenggaranya. Sebagai contoh, biaya program MBA di Harvard Business School adalah $72,000 maka dengan kurs $1 = Rp15,000 maka total biayanya lebih kurang adalah 1.08 miliar Rupiah . Kalau memilih program MBA di dalam Negeri, SBM ITB misalnya, maka kisaran biayanya adalah 95 juta hingga 115 juta Rupiah. Sedangkan CFA dengan penyelenggara tunggal yakni CFA Institute maka tarif yang dikenakan juga sama, dimanapun lokasi ujian kita, yakni biaya pendaftaran program sebesar $450 dan biaya pendaftaran ujian ($650/$950/$1,380) bervariasi tergantung apakah kita terlambat daftar atau tidak. Asumsikan saja bahwa kita mendaftar lebih awal maka biayanya adalah sebesar $1,100 (450+650) maka jika dirupiahkan menjadi 16.5 juta Rupiah saja.
Pengakuan, selain biaya ini juga merupakan faktor terpenting. Apalagi alasannya kita mengampu salah satu dari program tersebut jika bukan demi memperoleh pengakuan atas pengetahuan yang kita miliki, bukan untuk tujuan pamer ke calon mertua ya melainkan untuk meniti karir profesional di bidang keuangan. Ada yang bilang bahwa ambil MBA itu useless, buang-buang uang. Tidak sepenuhnya salah, tapi bukan sebuah kebenaran mutlak juga. Semua tergantung dimana kita mengambil program MBA, tentu mengambil MBA di Sloan (MIT) akan berbeda pengakuannya dengan yang mengambil MBA di universitas antah-berantah. Sama-sama MBA tapi pengakuannya bisa sangat jauh berbeda. Maka sebagai tips, dalam menentukan dimana kita sebaiknya mengambil MBA maka kita harus lihat apakah business school penyelenggara telah terakreditasi AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business) dan/atau AMBA (Association of MBAs) serta memeriksa peringkatnya secara global di Financial Times atau The Economist, usahakan memilih yang berada dalam peringkat dalam 15 atau 20 besar saja. Sedangkan dengan penyelenggara tunggal CFA Institute, pemilik gelar CFA akan diakui secara sama karena memiliki standarisasi yang sama dalam penyelenggaraan ujiannya. Bahkan jika baru lulus pada level 1 dan 2 saja sudah diakui oleh industri keuangan, apalagi jika telah lulus pada ketiga level ujiannya.
Pada akhirnya, sebuah keputusan hendak melanjutkan studi serta karir apa dan dimana merupakan sebuah pilihan individu dari para pemuda-pemudi Indonesia yang merdeka secara pola pikir. Baik CFA dan MBA bukanlah satu-satunya penentu apakah keilmuanmu diakui atau tidak, apalagi penentu kesuksesanmu.
Ada kasus nyata dimana seorang Sarjana namun karena keilmuan di bidangnya yang mumpuni diakui maka ia dapat mengajar para mahasiswa jenjang Master dan Doktoral, ada juga yang tidak memiliki gelar CFA dan MBA tapi karena pengetahuannya di bidang keuangan sangat mumpuni dan diakui maka ia dipercaya mengajar program persiapan CFA.
*GIVE AWAY ALERT!*
Dalam rangka peringatan hari raya sumpah pemuda, penulis akan memberikan hadiah give away untuk kalian yang berminat untuk mengikuti ujian CFA level I, penulis akan membagikan materi latihan yang bisa kalian pelajari senilai $204.72 atau Rp3,070,800 secara gratis. Caranya gampang, cukup kasih email kamu di kolom komentar serta bagikan artikel ini di media sosial kamu. Putra-putri Indonesia harus mampu bersaing secara global, Merdeka! :)
