Pentingnya Financial Intermediaries

Financial Intermediaries (Ilustrasi: Canada.ca)

Sudah berapa lama ya saya gak buka-buka blog ini lagi, sepertinya sejak saya keasyikan bermain di platform podcast ya, hehe. Baiklah, bagaimanapun kini I'm back. Dengan sebuah tema yang sudah sejak lama saya ingin tulis yaitu, financial intermediaries alias perantara keuangan. 

Akhir-akhir ini, seringkali kita temukan sebuah seruan masif yang seakan-akan hendak melumpuhkan financial intermediaries ini. Meski sampai hari ini, seruan tersebut (untungnya) tidak berpengaruh banyak terhadap dunia keuangan kita, hanya sebatas ramai-ramai di media sosial saja. Karena perannya memang masih sangat kita butuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Repot sekali rasanya membayangkan kehidupan kita tanpa adanya financial intermediaries.

Sebelum lebih jauh, mungkin teman-teman akan bertanya-tanya dalam angan dan kalbu apa sih financial intermediaries? Secara sederhana, financial intermediaries merupakan sebuah lembaga penghubung antara pemilik modal dengan yang membutuhkan modal. Nantinya lembaga ini yang akan mengatur bagaimana kedua belah pihak ini dapat ketemu dan match kepentingannya. Langkah-langkah yang ditempuh oleh financial intermediaries biasanya adalah menyusun formula yang tepat antara besaran imbal hasil terhadap investor, kewajiban yang harus dibayar oleh peminjam serta bagian yang nantinya diterima oleh financial intermediaries atas jasanya tersebut.

Tanpa kehadirannya, pihak yang membutuhkan modal akan mustahil mendapatkan pendanaan untuk keperluannya, yang utamanya digunakan untuk pengembangan bisnis-bisnis baru. Tak hanya itu, tanpa adanya peran financial intermediaries maka sulit bagi investor untuk memperoleh tambahan penghasilan apalagi menggandakan kekayaannya atas modal yang dimilikinya. Dampak akhirnya, ekonomi tidak akan tumbuh. 

Bicara inflasi memang seringkali seram, tapi membayangkan sebuah Negara tanpa adanya inflasi juga tidak kalah seram.

Mungkin apabila dilihat dari kacamata kita, hubungan kita dengan financial intermediaries, hanya sekadar nasabah dengan banknya, sekadar tempat naro uang atau sekedar tempat gajian, tapi sungguh peran mereka jauh lebih besar daripada itu. Bila tidak ada investasi yang bergeliat dalam jumlah yang besar, maka mustahil lapangan-lapangan pekerjaan tercipta. Karena pabrik-pabrik industri maupun perusahaan tempatmu bekerja hari ini adalah salah satu multiplier effect dari keberadaan financial intermediaries tadi. 

Meski memang banyak kritikan-kritikan terhadap financial intermediaries yang ada saat ini, dari biaya yang tinggi akibat tidak efisiennya organisasi bekerja hingga adanya fraud-fraud yang dilakukan oleh oknum internal. Namun, tidak semestinya mereka diberangus apalagi ditiadakan. Tugas kita hanya harus lebih selektif dalam memilih lembaga keuangan yang dijadikan intermediary. Sehingga mereka dapat ber-progress dengan sistem yang dapat menguntungkan semua pihak, tidak hanya kepada pemodal-pemodal besar saja dan juga yang zero fraud.
Share on Google Plus

About Yudha Basuki

Penulis yang merupakan alumni Administrasi Perpajakan dan Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia ini mendambakan Indonesia mampu menjadi Negara yang tidak hanya besar secara makro namun juga mampu mengakomodir keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Bersedia diajak berdiskusi via email yubas@alumni.ui.ac.id