Ini Dia Perbedaan antara SBR 005 dengan ORI, ST dan Deposito

Pembangunan Bandara (Gambar: Kemenkeu)

Karena Januari itu adalah bulannya saya, maka saya akan mencoba sangat produktif sekali menelurkan tulisan-tulisan baru di blog. Kali ini, kita akan membahas yang sedang hangat-hangatnya yaitu SBR 005 yang baru saja diterbitkan oleh Pemerintah. Namun, sebagai calon investor khususnya teman-teman milenial bingung apa sih perbedaannya berinvestasi di SBR (Saving Bond Retail), dengan surat utang negara (SUN) ritel lainnya seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), ST (Sukuk Tabungan) dan bahkan apabila dibandingkan dengan Deposito? Baiklah, tanpa menunggu lama ini dia...


1. Risiko
Karena penerbitnya sama-sama Pemerintah Republik Indonesia maka antara SBR dengan ORI dan ST sama-sama merupakan produk investasi berisiko rendah karena yang menjadi jaminan atas utang tersebut adalah Indonesia sendiri. Satu-satunya alasan gagal bayar adalah apabila negara ini bubar maka dari itu jangan pilih yang jatuh temponya sampai tahun 2030. Amit-amit deh. 

Sedangkan deposito sendiri risikonya bisa sangat bervariasi. Jadi, siapa bilang deposito adalah investasi tanpa risiko? Risiko deposito bergantung kepada bank penerbit. Biasanya bank-bank besar menawarkan bunga deposito yang lebih rendah dibandingkan bank-bank yang lebih kecil. Mudahnya, semakin kecil bunga deposito maka semakin kecil risikonya.


2. Imbal Hasil
Karena tingkat risikonya yang mirip-mirip, maka besaran imbal hasilnya ya mirip-mirip juga. Untuk produk SBR terbaru yakni SBR005 ditawarkan dengan kupon minimal 8.15% per tahun. Kok minimal? Karena diberlakukan bunga kupon mengambang dengan acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate yang diperbarui setiap 3 bulan sekali ditambah spread 215 bps atau 2.15%. Jadi apabila bunga BI Repo adalah 7% maka bunga kupon yang akan diterima oleh investor adalah 7% + 2.15% yakni 9.15% sedangkan apabila bunga BI Repo sedang anjlok ke 5% maka dasar penghitungan bunga kuponnya bukanlah 7.15% (5%+2.15%) melainkan bunga kupon minimal 8.15%. 

Serupa dengan SBR, ST juga mengenakan bunga kupon mengambang dengan floor. Berpatokan pada ST002 yang terbit pada November 2018, kupon minimal yang ditawarkan adalah 8.3% per tahun. Bunga mengambang juga mengikuti tingkat bunga BI Repo. Yang menjadi pembeda adalah ST sebagaimana sukuk telah memenuhi ketentuan syariah oleh MUI. 

Sedangkan untuk ORI agak sedikit berbeda, karena ia menganut paham tingkat bunga tetap. ORI015 yang diterbitkan pada bulan Oktober 2018 lalu ditawarkan dengan tingkat bunga 8.25% per tahun. 

Deposito? Menyesuaikan dengan di bank mana kamu menyimpan depositonya. Saya mengambil contoh bunga deposito dari bank-bank besar ya, untuk menyesuaikan dengan risiko kecil sebagaimana ketiga SUN tadi. BCA menawarkan bunga deposito dari range 4.75% hingga 5.25% per tahun, dan Mandiri dengan range 4.25% hingga 5.50% per tahun. Lebih besar SUN kan? Ehehe...


3. Waktu Jatuh Tempo dan Pembayaran Imbal Hasil
SBR005 ditawarkan dengan waktu jatuh tempo yang relatif sebentar yakni 2 tahun, begitu pula dengan ST002. Sedangkan ORI015 dengan tingkat bunga tetap yang lebih besar juga memiliki waktu jatuh tempo yang sedikit lebih lama yakni 3 tahun. Sedangkan deposito, jatuh tempo menyesuaikan keinginan kamu, bisa hanya satu bulan saja, dua bulan bahkan setahun-dua tahun. Semuanya menawarkan imbal hasil yang dibayarkan setiap bulan. 


4. Likuiditas
Bicara likuiditas maka kita bicara seberapa cepat merubah sebuah aset apapun bentuknya menjadi aset paling lancar, yaitu kas. Karena siapa tau kondisi di masa yang akan datang kan? Tiba-tiba anggota keluarga atau bahkan kita ada yang sakit parah dan membutuhkan biaya yang tidak bisa dicover sama tabungan ataupun keperluan-keperluan tidak direncanakan lainnya. Maka penting banget untuk paham betul bagaimana likuiditas produk investasi dalam portofolio kita. 

Untuk ORI, ia didukung oleh pasar sekunder yang bersedia membeli ORI kita apabila kita membutuhkan dana segar. Saluran penjualannya melalui OTC (over-the-counter) atau mudahnya, tinggal hubungi saja agen penjualan tempat kita membeli ORI tadi. Karena adanya ketersediaan pasar sekunder, maka terdapat pula kemungkinan memperoleh gain atas penjualannya. 

Sedangkan untuk SBR dan ST, keduanya tidak didukung oleh ketersediaan pasar sekunder namun bukan berarti kamu harus menunggu hingga waktu jatuh tempo. Ada yang namanya early redemption, dimana kita dapat mencairkan surat utang negara tersebut sebelum jatuh tempo. Tentu saja dengan persyaratan bahwa yang bisa dicairkan hanya sebagiannya saja (50%) dengan minimal kepemilikan 2 Juta Rupiah di setiap mitra distribusi. Jadi misalnya kalau kamu punya kepemilikan 2 Juta namun 1 Juta di Bareksa dan 1 Juta lagi di BCA maka tidak bisa di early redemption. Untuk periode early redemption sendiri juga terdapat waktu khusus, untuk SBR005 yakni 27 Januari s.d. 4 Februari 2020 dan untuk ST002 yakni 28 Oktober - 5 November 2019. 

Untuk deposito, berbeda bank maka bisa berbeda kebijakannya. Tapi secara umum, terdapat biaya pinalti atau denda apabila deposito dicairkan sebelum jatuh tempo. 


5. National Pride (Kebanggaan Nasional)
Entah ini penting atau tidak bagi kawan-kawan pembaca, namun buat saya pride ini sendiri porsinya cukup penting. Anggap saja seperti memiliki sebuah mobil, antara Toyota Camry dengan Mercedes Benz S-Class. Meskipun keduanya sama-sama sedan premium dan sama-sama nyaman, tapi pridenya pastilah berbeda. Kamu pahamlah ya maksud saya apa? :)

Kalau kamu memiliki SUN entah berupa SBR, ST ataupun ORI maka kamu memiliki sebuah kebanggaan yang saya sebut National Pride. Kamu bisa menjadi sangat bangga melihat setiap pembangunan-pembangunan di setiap sudut Republik ini. Atau bahkan kamu bisa sedikit membusungkan dan menepuk dada, kamu bisa bilang "jalan raya ini dibangun pakai uang saya". Dengan tidak menghilangkan porsi penerimaan pajak sebagai porsi pendapatan paling besar di Republik ini tentu saja. Kecintaan dan perasaan memiliki terhadap Republik juga akan semakin bertumbuh dibarengi dengan tumbuhnya portofolio investasi kamu. 

National Pride ini tidak akan kamu miliki ketika mempunyai deposito.

Itulah lima perbedaan dari keempat pilihan produk investasi tadi, jadi semakin mantap kan untuk beli SBR005 yang sedang ditawarkan oleh Pemerintah hingga 24 Januari nanti? Ciao! :)
Share on Google Plus

About Yudha Basuki

Penulis yang merupakan alumni Administrasi Perpajakan dan Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia ini mendambakan Indonesia mampu menjadi Negara yang tidak hanya besar secara makro namun juga mampu mengakomodir keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Bersedia diajak berdiskusi via email yubas@alumni.ui.ac.id